Infark Jantung

Infark Jantung – Pasien dengan penyakit jantung iskemik terdiri dari 2 kelompok yaitu pasien dengan angian stabil yang disebabkan oleh penyakit chronic coronary artery disease dan pasien dengan acute coronary syndrome (ACS). Infrak myocard akut termasuk pada golongan ACS yang ditandai dengan kelainan Elektrokardiogram (EKG).

Infark Jantung

Infark Jantung

 Serangan Infark Jantung

Dikenal 2 macam angina pectoris yaitu Stable Angina (SA) dan Unstable Angina (UA).  Stable Angina ditandai dengan nyeri dada atau menjalar ke lengan yang dikaitkan dengan exercise, stress yang akan hilang dalam 5-10 menit setelah istirahat. Unstable Angina adalah angina pectoris atau rasa tidak enak di dada yang disertai dengan salah satu dari 3 keadaan di bawah ini :

  1. Terjadi pada waktu istirahat atau pada exercise ringan kurang dari 10 menit
  2. Keadaan ini menjadi lebih berat dalam waktu 4-6 minggu
  3. Menunjukkan pola crescendo yang mengarah menajdai lebih berat, lebih lama dan lebih sering serangannya.

Diagnosis UA ditegakkan berdasarkan adanya kerusakan jaringan (nekrosis) yang ditandai dengan perubahan biomarker otot jantung. Adanya UA dikaitkan dengan hantaran okisgen yang berkurang atau kebutuhan oksigen pada otot jantung meningkat, misalnya pada peningkatan denyut jantung dan anemia berat yang disebabkan sumbatan pada rteri koronaria.

Sumbatan pada arteri koronaria ini dapat menimbulkan UA yang disebabkan karena :

  1. Ruptua atau erosi dari plak yang menimbulkan trombos yang belum menyumbat (non okulasi)
  2. Sumbatan dinamik karena vaso konstriksi arteri koronaria (spasme)
  3. Sumbatan mekanik yang progresif karena proses arterosklerotik
  4. Kebutuhan akan oksigen pada otot jantung meningkaa atau karena supply oksigen k eotot jantung berkurang.

Gejala klinik yang utama dari Unstable Angina adalah nyeri dada di daerah ulu hati yang menjalar ke leher, pundak sebelah kiri dan kanan. Selain itu dirasakan adanya sesak napas dan nyeri pada ulu hati. Penderita berkeringat dingin, pucat, denyut nadi tidak teratur kadang-kadang disertai dengan hipotensi atau darah rendah.

Pemeriksaan Serangan Infark Jantung

Pada pemeriksaan EKG didapatkan depresi segmen ST, peningkatan segmen ST sementara dengan atau tanpa inverse gelombang T pada 30-50% pasien. Kemudian diagnosis laboratorium ditegakkan dengan mendeteksi peningakatan penanda kerusakan otot jantung yaitu CK-MB dan Troponin T atau I. Pemeriksaan Troponin merupakan biomarker yang lebih spesifik dibandingkan dengan Ck-MB. Tingginya kadar troponin mempunyai kaitan dengan kematian.

Infark jantung yang terjadi pada penyakit serangan jantung bisa diakibatkan karena beberapa hal dibawah ini :

  1. Akibat suplai oksigen ke arah miocard yang mengalami penurunan yang disebabkan karena beberapa faktor misalnya adalah faktor pembuluh darah, faktor sirkulasi, dan faktor darah.
  2. Curah jantung yang mengalami peningkatan akibat dari aktivitas yang dilakukan dengan berlebihan, emosi, makan dengan terlalu banyak, dan hhypertiroidisme.
  3. Kebutuhan pada oksigen miokard yang mengalami peningkatan pada kerusakan miocard, hypertropimiocard, dan hypertensi diastolic.

Selain itu bisa diakibatkan karena faktor predisposisi, akibat faktor biologis, dan akibat faktor resiko yang bisa diubah misalnya adalah mayor dan juga minor.

Gejala Infark Jantung

Gejala dari infark jantung yang terjadi pada serangan jantung adalah :

  1. Nyeri yang terjasa di dada dan terjadi dengan tiba-tiba. Selain itu juga biasanya akan berlangsung secara terus menerus dan letaknya ada dibawah bagian sternum dan juga dibagian perut atas.
  2. Selain itu juga rasa nyeri yang sangat tajam dan berat yang bisa menyebar menuju ke arah bahu dan biasanya akan menyebar ke lengan kiri.
  3. Nyeri yang terasa pada serangan jantung disertai dengan s atau nafas pendek, pucat, dan mengalami keringat dingin, sakit kepala, serta kepala ringan dan juga merasakan mual serta muntah.
  4. Keluhan infark jantung yang terjadi dengan khas misalnya adalah seperti nyeri diremas atau sedang tertekan.
  5. Sering mengalami ketakutan.
  6. Bisa ditemui di bunyi jantung ke 2 yang pecah paradoksal, irama gallop.
  7. Takikardi dari kulit yang pucat, menjadi dingin dan mengalami hipertensi yang biasanya ditemukan pada kasus yang lebih tinggi.

Umumnya yang terjadi pada penyakit infark jantung akut biasanya didasari karena adanya aterosklerosis pada pembuluh darah koroner. Selain itu juga nekrosis pada miokard akut hampir selalu terjadi karena suatu penyumbatan yang total dari arteria koronaria oleh suatu thrombus yang bentuknya berupa plaque aterosklerosis yang tidak stabil dan juga sering mengalami ruptur. Kerusakan yang terjadi pada miokard dan juga dari endokardium sampai epikardium yang bisa menjadi lebih komplit dan bisa infersibel dalam waktu selama 3-4 jam. Walaupun nekrosis dari miokard yang sudah lengkap, dan setelah itu proses dari remodelling miokard yang biasanya mengalami suatu injuri dengan terus berlanjut selama beberapa minggu karena baiknya infak yang terjadi dengan meluas dan juga didaerah non iinfark yang mengalami dilatasi.

Jika sudah terjadi suatu infark jantung akut, daerah pada miokard yang setempat biasanya akan menunjukkan penonjolan pada sistelik dengan menggunakan akibat dari penurunan dari isi sekuncup atau strok volume dan juga suatu peningkatan mekanisme dari akhir sistilik dan juga akhir diastolik ventrikel dari arah kiri. Selain itu, tekanan yang akhir pada diastolik pada daerah ventrikel kiri dengan  akibat dari tekanan atrium kiri yang mengalami peningkatan.

Infark Jantung

Posted in Serangan Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Serangan Jantung Pada Lansia

Serangan jantung pada lansia mempunyai penyebab yang multifaktorial yang saling tumpang tindih.  Untuk itu kita harus terlebih dahulu memahami mengenai konsep Faktor Resiko dan Penyakit Degeneratif.  Faktor resiko adalah suatu kebiasaan, kelainan dan faktor lain yang bila ditemukan/dimiliki seseorang akan menyebabkan orang tersebut secara bermakna lebih berpeluang menderita penyakit degeneratif tertentu.

Serangan Jantung Pada Lansia

Serangan Jantung Pada Lansia

Serangan Jantung

Penyakit degeneratif adalah suatu penyakit yang mempunyai penyebab dan selalu berhubungan dengan satu faktor resiko atau lebih, di mana faktor-faktor resiko tersebut bekerja sama menimbulkan penyakit degeneratif itu.  Penyakit degeneratif itu sendiri dapat menjadi faktor resiko untuk penyakit degeneratif lain. Misalnya: penyakit jantung dan hipertensi merupakan faktor resiko penyakit stroke. Inilah yang menyebabkan pembahasan mengenai penyakit jantung pada lansia dapat berkembang sangat luas, yaitu karena adanya keterkaitan yang sangat erat antara penyakit yang satu dengan penyakit yang lain.

Berdasarkan data yang didapat dari penelitian di USA pada tahun 2001, penyakit jantung yang sering ditemukan adalah Penyakit Jantung Koroner 13%,  Infark Miokard Akut  8%, Kelainan Katup 4%, Gagal jantung 2%, Penyakit Jantung Hipertensif dan Hipertensi 1%.

Usia lanjut merupakan prediktor kuat terjadinya penyakit arteri koroner pada individu. (Odden, 2011) Studi otopsi menunjukkan bahwa prevalensi penyakit koroner obstruktif meningkat kurang lebih 10-20% pada dekade empat hingga 50-70% pada dekade delapan. (Lakatta, 2008) Angka kematian akibat penyakit jantung koroner (PJK) diperkirakan meningkat 50% selama 30 tahun ke depan.

Terdapat banyak anggapan yang kurang tepat mengenai serangan jantung. Salah satunya adalah anggapan bahwa serangan jantung terjadi bila plak kolesterol tumbuh sedemikian besar, sehingga menyumbat 100% pembuluh arteri. Memang betul kadang-kadang plak dapat tumbuh secara total dan menjadi penyebab serangan jantung. Endapan atherosclerotic mengandung kolesterol dan lemak yang berada di dalam tumpukan (pool) yang membuatnya bersifat tidak stabil. Plak yang tidak stabil ini rentan dan sering sekali pecah sehingga membentuk luka terbuka pada dinding arteri.

Platlete dan clotting protein suatu subtansi dalam darah bergegas menuju daerah yang luka dan membentuk gumpalan darah (blood clot) yang disebut thrombus di atas luka yang terbuka. Clot ini dapat membesar secara cepat, demikian besar sehingga mengehtnikan aliran darah secara menyeluruh ke jantung dan otak. Hasilnya 96% dari serangan jantung pada lansia disebabkan oleh proses di atas. tetapi ironisnya thrombosis seringkali pada plak yang berukuran kecil.

Fase Serangan Jantung Pada Lansia

Jadi garis besar urutan kejadian yang menyebabkan serangan jantung pada lansia adalah :

  1. Adanya kadar total kolesterol dan LDL yang tinggi di dalam darah
  2. Luka permukaan terjadi pada lapisan dinding arteri yang menjurus terbentuknya plak.
  3. Formasi yang tidak stabil dari palk yang berisi kolesterol dan lemak
  4. Terbentuknya gumpalan clot di atas plak yang pecah
  5. Clot menutup aliran darah ke jantung atau otak yang menyebabkan serangan jantung pada lansia atau stroke.

Serangan jantung koroner terjadi pada orang dengan risiko terkena penyakit yang bisa mematikan itu. Faktor risiko dibawa oleh mereka yang lemah darAhnya tinggi, mengidap diabetes tekanan darah tinggi, perokok kegemukan dan stres menahun. Risiko perempuan terkena jantung koroner sama besarnya dengan laki-laki pada usia menopause. Jadi, rutin mendeteksi besarnya risiko terkena jantung koroner harus terus dikerjakan. Sementara sedikit menanggung faktor risikonya, semakin kecil kejadian serangan jantungnya.

Demikian pula halnya dengan kejadian stroke. Sama halnya dengan penyakit jantung koroner, stroke terjadi karena aliran darah yang memberi makan sel otak mendadak terhenti. Pada serangan jantung pada lansia koroner, sel jantung juga mengalami hal yang sama, sebab pembuluh korone pemberi makan jantung tersumbat oleh karat lemak. Serangan stroke maupun serangan jantung koroner hitungannya dalam menit. Semakin lama sel otak atau sel jantung menjerit kekurangan oksigen karena pasokan darahnya berkurang atau tiada sama sekali, semakin luas dan berat kerusakan otak atau otot jantungnya.

Jika waktu emas (golden hour) terlampaui, maka kerusakan sel otak atau jantung akibat kekurangan pasokan makan itu tak terpulihkan lagi. Atau malah fatal akibatnya. Maka, semakin lekas kasus stroke dan serangan jantung.

Mengeras dan meyempitnya pembuluh darah oleh pengendapan kolesterol, kalsium dan endapan lemak berwarna kuning dikenal sebagai aterosklerosis. Bila terdapat kekurangan aliran darah ke otot jantung karena penyempitan, maka kondisi ini dikenal sebagai iskemik.

Proses ini mulai sewaktu usia muda dan berkembang pada tingkat individual yang berbeda-beda sesuai dengan hadirnya ‘faktor-faktor risiko”.

Di samping itu, dinding pembuluh arteri koroner oleh sesuatu sebab dapat berkerut (spasm) dengan akibat menyempitnya saluran pembuluh secara tiba-tiba, sehingga penderita merasakan nyeri dada, bahkan sampai terjadi serangan jantung mendadak.

Penyebab Serangan Penyakit Jantung

Kolesterol lemak yang terjadi dengan berlebihan juga bisa bersarang di dalam tubuh yang sampai saat ini dipercaya masih ada hubungannya dengan faktor penyebab serangan jantung usia tua dan merupakan salah satu penyebab kematian yang paling tinggi di dunia. Hal ini terjadi pada mereka yang tidak mengonsumsi jenis makanan yang sehat. Oleh sebab itulah sebelum penyakit jantung sudah benar-benar menghinggap di dalam tubuh Anda maka lakukanlah pola hidup yang baik dan atasi masalah  ini dengan mengonsumsi jenis makanan yang sehat dengan jantung untuk menurunkan resiko serangan jantung.

Serangan Jantung Pada Lansia

Posted in Serangan Jantung | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Serangan Jantung Pada Wanita

Serangan Jantung Pada Wanita – Serangan jantung pada wanita tentunya berbeda dengan pria. Selama bertahun-tahun penelitian tentang penyakit jantung dan penangannya dilakukan pada pria, padahal menurut M.Sara Rosenthal, Ph.D., penulis buku The Natural woman’s Guide to Hormonal Replacement Therapy, sistem kardiovaskular wanita berbeda dengan sistem kardiovaskular pria. Karena itu, gejala penyakit jantung pun berbeda pada pria dan wanita.

Gejala penyakit jantung atau bahkan serangan jantung pada wanita sangatlah kabur, seakan tidak terkait dengan organ jantung. Gejalanya pada wanita kadang mengejutkan atua bahkan tersamarkan dengan masalah pada tiroid.

Pria yang mengalami serangan jantung biasanya mengeluh merasa sakit di dada di bawah tulang dada yang kemudian menyebar hingga ke rahang dan lengan kiri. Sedangkan wanita yang mengalami serangan jantung malah mengalami kesakitan yang parah di rahang disertai gangguan pencernaan.

Jadi, mungkin saja wanita meninggal disebabkan serangan jantung “diam-diam” karena sering kali ganggan jantung yang serius pada wanita tidak terdiagnosis dan tidak tertangani dengan baik.

Penelitian menunjukkan bahwa kematian akibat serangan jantung di rumah sakit (di Amerika) pada wanita dua kali lipat dibanding dengan pria. Karena itu, jika Anda sudah menopause, pelajari dengan cermat gejala Serangan Jantung Pada Wanita berikut ini dan waspadai kondisi jantung Anda.

  • Napas pendek atau sering letih
  • Sakit pada rahang yang sering tersamarkan dengan radang gusi
  • Sakit di belakang leher yang sering tersamarkan dengan radang sendi
  • Sakit di sepanjang lengan kanan atau kiri
  • Sakit punggung yang sering tersamarkan dengan artritis dan sakit persendian
  • Berkeringat berlebihan. Ini juga merupakan gejala klasik kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Selain itu jika Anda penderita diabetes, periksa juga kadar gula darah, mungkin terlalu rendah
  • Pingsan
  • Dada terasa panas, sering bersendawa atau sakit pada organ pencernaan. Pada wanita, ini merupakan tanda serangan jantung yang sesungguhnya.
  • Rasa “berat” pada bagian dada di antara payudara. Ini gejala khas pada wanita yang kena angina (sakit dada). Kadang rasa nyerinya seperti ditusuk-tusuk atau diremas-remas atau seolah jantung melompat ke tenggorokan.

Penyakit jantung di Indonesia masih terbilang tinggi hal ini menjadi salah satu penyebab paling tinggi dari kematian yang terjadi. Pada wanita, serangan jantung yang terjadi ditandai dengan beberapa gejala umum misalnya seperti yang sudah dijelaskan diatas. Namun, mungkin yang menjadi suatu pertanyaan adalah apakah gejala penyakit jantung antara wanita dan antara pria sama? Jawabannya berbeda. Pada dasarnya sangat sedikit wanita pra menopause yang mengalami masalah pada enyakit jantung namun ada suatu pengecualian jika wanita tersebut sering merokok, mempunyai riwayat penyakit diabetes melitus dan juga mengonsumsi jenis pil KB dalam jangka waktu yang lama. Namun tetapi, selanjutnya merokok masih bisa menjadi salah satu penyebab paling tinggi dari terjadinya serangan jantung pada wanita.

Orang-orang yang beresiko mengalami penyakit jantung adalah :

  1. Wanita menopause
  2. Perokok aktif
  3. Riwayat kesehatan keluarga yang menderita penyakit jantung sebelum usia memasuki 60 tahun.
  4. Tekanan darah tinggi
  5. Diabetes
  6. Obesitas atau kelebihan berat badan
  7. Kolesterol tinggi

Jantung adalah organ yang sangat penting untuk tubuh dan fungsinya sangat vital bagi tubuh manusia. Oleh sebab itulah dengan menjaga kesehatan jantung maka hal ini sangat penting untuk dilakukan. Anda bisa memulainya dengan menyayangi jantung Anda. Menerapkan pola hidup sehat dan juga mengenali gejala penyakit jantung awal.

Serangan jantung pada wanita yang terjadi menurut salah satu penelitian yang pernah dilakukan sekitar 43% wanita yang mengalami atau menderita penyakit ini sekitar 43% wanita biasanya tidak akan menunjukkan suatu gejala. Tidak ada suatu gejala nyeri yang akut misalnya adalah nyeri yang sering terjadi pada pria. Dan penelitian lain juga menunjukkan suatu gejala yang biasanya lebih sering ditemukan saat serangan jantung pada wanita misalnya adalah seperti nafas pendek atau sesak nafas, lemah dan letih namun penyebab pastinya masih belum diketahui.

Kemudian wanita yang mengalami serangan jantung ini akan menunjukkan gejala yang lebih mirip seperti gangguan pada system pencernaan misalnya adalah seperti mual, nyeri ulu hati, perut sesak, nyeri pada punggung belakang. Gejala-gejala yang muncul lebih mirip kepala gejala sakit maag dan bisa menjebak. Pada akhirnya hal ini sering dianggap sebagai salah satu masalah yang diakibatkan karena system pencernaan dan stress, akibat terlalu diabaikan. Serangan jantung pada wanita walaupun tidak menunjukkan suatu hal yang khas, namun bisa menyerupai suatu gangguan lambuung yang sering membuat Anda menjadi lengah, mengabaikannya dan juga salah dalam menegakkan diagnosis. Oleh sebab itulah, jika Anda mempunyai salah satu factor resiko dari penyakit jantung seperti keturunan, usia, obes, dan hal lainnya. Anda harus lebih berhati-hati mengenai hal ini.

Dengan mengurangi asupan makanan yang mengandung kolesterol tinggi dan makanan yang mengandung lemak jenuh maka Anda sudah menjaga kesehatan jantung Anda untuk mengurangi resiko terjadinya serangan jantung. Untuk Anda yang hobi mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok, maka mulai sekarang berhentilah untuk melakukan kebiasaan tersebut. Karena untuk seorang wanita bukan saja bisa memicu terjadinya penyakit jantung, namun juga bisa membuat Anda mandul dan merusak janin.

Serangan Jantung Pada Wanita

Posted in Serangan Jantung | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Serangan Jantung Di Usia Muda

Pria cenderung lebih berpotensi besar terkena serangan jantung dibandingkan dnegan wanita. Namun, hak tersebut tak selamanya benar, wanita juga memiliki risiko yang sama besarnya dengan pria terhadap serangan jantung terutama jantung koroner.

Meski data survei menyatakan bahwa serangan jantung lebih banyak dialami oleh pria, hal ini dikarenakan pada usia muda memang lebih sedikit wanita yang terkena penyakit jantung. Namun ketika seorang wanita memasuki masa menopause risiko terhadap berbagai penyakit jantung pun muncul. Kebanyakan dimulai ketika usia 65 tahun dan risiko akan lebih besar pada wanita yang berusia 35 tahun dan aktif merokok.

Kemungkinan terkena penyakit jantung menjadi lebih besar dengan semakin lanjutnya usia. Lebih dari 80% orang yan terkena serangan jantung berusia di atas 65 tahun. Di Amerika, penyakit jantung rata-rata mulai menyerang pria ketika berusia 45 tahun dan wanita ketika berusia 55 tahun.

Pada usia muda, penyakit ini secara umum dapat diprediksi melalui gender. Sebelum usia 60 tahun, 1 dari 5 pria Amerika Serikat menderita penyakit jantung koroner, sedangkan pada wanita hanya 1 dari 17, Mengapa demikian?

Jawabannya, wanita secara alami memproduksi hormon estrogen yang membedakannya dari pria. Namun, begitu mengalami menopause, hal itu pun berubah. Setelah usia 60 tahun, pria dan wanita mempunyai kemungkinan yang sama untuk terkena penyakit jantung koroner.

Posted in Serangan Jantung | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Serangan Jantung Mendadak

Penderita jantung juga harus banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung folat. Asam folat bekerja mereduksi homosistein (homocysteine) pada siklus metionin. Siklus tersebut merupakan siklus asam amino esensial yang dikonversi menjadi S-denosylmethionine (SAM) sehingga kadar homosistein turun.

Dengan penurunan kadar homosistein, penyakit jantung tidak akan muncul karena penyebabnya telah direduksi. Bagi penderita penyakit jantung koroner, mengkonsumsi asparagus akan membantu mencegah serangan jantung mendadak.

Serangan jantung antara lain disebabkan adanya kerusakan pada pembuluh darah oleh homosistein. Jika pembuluh darah rusak, asupan oksigen akan berkurang dan serangan jantung pun terjadi.

Di samping itu, pada suatu studi tahun 2001 yang dimuat dalam jurnal Nutritio Health Aging mengatakan bahwa serangan jantung mendadak akan terjadi 1,5 kali lebih tinggi di antara orang dewasa yang rata-rata mengkonsumsi 105 mg magnesium bila dibandingkan dengan orang yang mengkosumsi 233 mg magnesium per hari.

Posted in Serangan Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Serangan Jantung Mendadak

Kematian jantung mendadak diartikan sebagai kematian jantung yang tidak terduga dalam waktu 1 jam sesudah onset gejalanya. Lebih dari 300.000 kasus kematian jantung mendadak terjadi setiap tahunnya di Amerika Serikat. Kematian jantung mendadak terutama disebabkan oleh penyakit jantung iskemik dengan 75% hingga 95% korbannya sudah mengalami stenosis aterosklerotik yang signifikan, keadaan ini kerap kali pula disertai dengan disrupsi plak yang akut.

Kematian jantung mendadak jarang terjadi sebagai akibat dari stenosis katup aorta, kelainan herediter atau didapat pada sistem hantaran jantung, gangguan elektrolit, prolapsus katup mitral, kardiomiopati dilatasi atau hipertrofik, deposisi miokardium, mikarditis atau ketidakstabilan eketrik intrinsik.

Pada pasien-pasien yang berhasil hidup setelah mengalami serangan jantung mendadak (dengan dilakukannya resusitasi jantung) hanya 25-50% yang kemudian benar-benar mengalami infrak miokardium. Hal ini menunjukkan bahwa aritmia yang fatal (misalnya asistole atau fibrilasi ventrikel) merupakan keadaan yang paling sering menyebabkan kematian jantung mendadak.

Aritmia mungkin dipicu oleh pembentukan parut pada sistem hantaran, jejas iskemik yang akut atau ketidakstabilan elektrik yang terjadi karena fokus iskemik yang akut atau ketidakstabilan elektrik yang terjadi karena fokus iskemik atau karena gangguan keseimbangan elektrolit.

Posted in Serangan Jantung | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Serangan Jantung Koroner

Salah satu penyakit pada sistem kardiovaskuler yang sering terjadi dikenal senagai penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Penyakit tersebut amat berbahaya karena yang terkena adalah organ yang amat penting dari tubuh kita. Penyakit di atas menempati peringkat pertama di negara-negara industri maju, bahkan juga di berbegai negara yang sedang berkembang.

Adanya berbagai penyakit jantung diawali dengan proses penyumbatan di pembuluh arteri yang menyebabkan tidak cukupnya suplai darah ke otot jantung.

Apabila aliran darah di dalam urat nadi koroner itu terhalang secara total, bagian otot jantung yang bersangkutan mengalami kerusakan dan ini dikenal sebagai “serangan jantung” atau myocardial infarction (MI). MI umumnya disebabkan oleh penyumbatan arteri koroner secara tiba-tiba, karena pecahnya plak lemak pada arteri koroner yang kemudian terjadi proses kombinasi. Plak lemak tersebut menjadi titik-titik lemah dari arteri itu dan cenderung untuk pecah.

Pada waktu pecah di lokasi tersebut, gumpalan cepat terbentuk dan menghambat arteri secara menyeluruh serta memutuskan aliran darah ke otot jantung. Ini mengakibatkan rasa sakit dada yang hebat pada pusat dada dan menyebar sampai lengan atau leher. Sakit dada tersebut diikuti dengan keringat dan nafas pendek.

Pada serangan jantung akut pasien bisa hilang kesadarannya. Untuk mengatasi MI diadakan tindakan untuk menbuka kembali saluran arteri yang buntu dengan menggunakan obat tertentu yang mampu melarutkan gumpalan yang menyumbat.

Posted in Serangan Jantung | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Tanda-Tanda Sakit Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke suatu bagian otot jantung terhalang. Jika aliran darah tidak bisa diperbaiki dengan cepat, bagian dari jantung tersebut akan rusak karena kekurangan oksigen dan bisa mengakibatkan kematian.

Serangan jantung adalah pembunuh utama baik pada pria maupun wanita. Tetapi, sekarang banyak cara penyembuhan serangan jantung yang bisa menyelamatkan nyawa dan mencegah cacat. Perawatan sangat efektif jika dimulai jarak 1 jam setelah awal gejala.

Serangan jantung terjadi karena sebuah kondisi yang biasa disebut Coronary Artery Disease (CAD). Pada keadaan CAD, sekumpulan lemak yang disebut plak menumpuk selama bertahun-tahun pada bagian dalam arteri koroner (bagian arteri yang mensuplai darah dan oksigen ke jantung). Pada akhirnya, areal plak tadi menumpuk dan menghalangi aliran darah.

Saat terjadi serangan jantung, jika halangan pada arteri koroner tidak dirawat secepatnya, otot jantung akan mulai mati dan digantikan dengan bekas luka. Kerusakan pada jantung ini tidak terlalu terlihat, tetapi akan menjadi masalah yang berlangsung lama.

Tanda-Tanda Serangan Jantung

Sebuah serangan jantung mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar atau rasa sesak di bagian tengah dada. Kadang, sebuah serangan jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali hingga sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali.

Terdapat beberapa gejala yang lebih spesifik, antara lain :

a. Nyeri

Selama melakukan aktivitas, akan merasakan nyeri di beberapa bagian tubuh. Otot yang tidak tersuplai darah dengan sesuai kebutuhan, oksigen dan proses metabolisme yang berlebih justru membuat kram. Dada terasa nyeri, sesak, karena otot jantung tidak mendapat cukup asupan darah. Nyeri yang dirasakan akan terjadi hampir disetiap harinya.

b. Sesak Nafas

Masuknya cairan ke dalam rongga paru-paru sehingga mengganggu aliran udara dalam paru-paru. Penderita akan mengalami sesak nafas. Penderita merasa sesak nafas pada saat melakukan kegiatannya, sedang jika penderita sesak nafas saat istirahat (diam) berarti kategori sakit jantung tingkat lanjut. Sesak nafas sering dialami pada posisi berbaring. Karena cairan yang terkumpul di paru-paru mengalir ke jantung.

c. Kelelahan atau Kepenatan

Otot jantung yang melemah menyebabkan proses pemompaan darah kurang sempurna. Penderita sering merasa lemah dan lelah meskipun tidak melakukan kegiatan apapun. Untuk menghindari melemahnya fungsi jantung, penderita harus rutin berolahraga dan melakukan banyak gerakan yang akan memicu kerja jantung lebih aktif.

d. Jantung Berdebar-Debar (Palpitasi)

Jantung berdebar-debar tanda sakit jantung adalah jenis debar yang bersamaan dengan gejala lain yaitu saat seseorang kelelahan, sesak nafas dan nyeri di tubuhnya. Bukan jantung berdebar saat nonton film atau ketakutan.

e. Pusing dan Pingsan

Pemompaan darah yang tidak normal sehingga pemasukan darah bersih menjadi terganggu, seseorang bisa merasakan pusing akibat kurang darah. Detak jantung melemah yang mengakibatkan penderita pingsan. Rasa nyeri yang terus-menerus, sakit di antara tulang punggung, dan gangguan pada otak karena abnormalnya suplai darah menjadikan pusing kemundian pingsan.

Posted in Serangan Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala dan Tanda Serangan Jantung

Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh bagian otot jantung (myocardium) akibat mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke bagian otot jantung. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba dapat terjadi ketika salah satu nadi koroner terblokade selama beberapa saat, entah akibat spasme – mengencangnya nadi koroner – atau akibar penggumpalan darah – thrombus. Bagian otot jantung yang biasanya dipasok oleh nadi yang terblokade berhenti berfungsi dengan baik segera setelah splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa jam saja dan bagian otot jantung termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. Otot yang mati ini disebut infark.

Gejala dan Tanda-Tanda Serangan Jantung

Gejala khas serangan jantung akut adalah :

– Nyeri dada tiba-tiba (biasanya menjalar ke lengan kiri atau sisi kiri leher)

– Sesak napas (dada terasa seperti “diinjak gajah”)

– Mual

– Muntah

– Jantung berdebar

– Berkeringat

– Gelisah

Serangan jantung pada perempuan memiliki lebih banyak gejala dan tidak selalu khas. Sekitar seperempat kasus infark miokard terjadi “diam-diam”, tanpa nyeri dada atau gejala lainnya. Serangan jantung diam-diam tersebut terutama terjadi pada orang tua, pada penderita diabetes mellitus dan setelah transplantasi jantung. Pada penderita diabetes, kenaikan ambang nyeri, neuropati otonom, dan faktor psikologis mungkin menyebabkan gejalanya tidak terasa.

Tingkat kerusakan pada jantung tergantung pada berapa lama otot jantung kekurangan oksigen. Jika aliran darah tidak pulih dalam waktu 20 hingga 40 menit, otot jantung akan mulai mengalami kerusakan permanen, yang mengarah ke jaringan parut. Seiring waktu, hal ini dapat mengakibatkan komplikasi seperti gagal jantung dan aritmia yang mengancam jiwa. Serangan jantung adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia.

Tanda-Tanda Peringatan Dini Serangan Jantung

Bagaimanapun, salah sekali pendapat bahwa sebuah serangan jantung datang seperti petir di siang bolong. Serangan jantung adalah puncak bencana dari sebuah proses kerusakan yang berlangsung lama, yang sering melibatkan kejutan-kejutan emosional, kekacauan fisiologis dan kelelahan mental. Tanda-tanda peringatan dini begitu subyektif dan begitu tersamar, sehingga bahkan dokter yang terlatih untuk mengukur segala sesuatu secara obyektif masih bisa mengabaikannya.

Posted in Serangan Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Serangan Jantung

Serangan jantung adalah terhentinya aliran darah, meskipun hanya sesaat, yang menuju ke jantung, dan mengakibatkan sebagian sel jantung menjadi mati.

Penyebab Serangan Jantung

Faktor-faktor pemicu serangan jantung ialah :

- Usia

Saat usia 45 tahun, sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit jantung. Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi). Wanita mulai menyusul pria dalam hal risiko penyakit jantung setelah mengalami menopause.

- Riwayat Penyakit Jantung

Riwayat serangan jantung di dalam keluarga sering merupakan akibat dari profil kolesterol yang tidak normal.

- Diabetes

Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya level gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka.

- Merokok

Resiko penyakit jantung dari merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan – jadi tidak mungkin menyamakan keduanya.

- Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Problem hipertensi atau tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan penyakit jantung. Hipertensi dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak.

- Kegemukan (Obesitas)

Kelebihan berat atau obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak. Menghindari atau mengobati obesitas atau kegemukan adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes mempercepat penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung.

- Gaya Hidup

Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung – dan menggantinya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang dapat diambil.

- Stres

Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa

Posted in Serangan Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment