Infark Jantung

Infark Jantung – Pasien dengan penyakit jantung iskemik terdiri dari 2 kelompok yaitu pasien dengan angian stabil yang disebabkan oleh penyakit chronic coronary artery disease dan pasien dengan acute coronary syndrome (ACS). Infrak myocard akut termasuk pada golongan ACS yang ditandai dengan kelainan Elektrokardiogram (EKG).

Infark Jantung

Infark Jantung

 Serangan Infark Jantung

Dikenal 2 macam angina pectoris yaitu Stable Angina (SA) dan Unstable Angina (UA).  Stable Angina ditandai dengan nyeri dada atau menjalar ke lengan yang dikaitkan dengan exercise, stress yang akan hilang dalam 5-10 menit setelah istirahat. Unstable Angina adalah angina pectoris atau rasa tidak enak di dada yang disertai dengan salah satu dari 3 keadaan di bawah ini :

  1. Terjadi pada waktu istirahat atau pada exercise ringan kurang dari 10 menit
  2. Keadaan ini menjadi lebih berat dalam waktu 4-6 minggu
  3. Menunjukkan pola crescendo yang mengarah menajdai lebih berat, lebih lama dan lebih sering serangannya.

Diagnosis UA ditegakkan berdasarkan adanya kerusakan jaringan (nekrosis) yang ditandai dengan perubahan biomarker otot jantung. Adanya UA dikaitkan dengan hantaran okisgen yang berkurang atau kebutuhan oksigen pada otot jantung meningkat, misalnya pada peningkatan denyut jantung dan anemia berat yang disebabkan sumbatan pada rteri koronaria.

Sumbatan pada arteri koronaria ini dapat menimbulkan UA yang disebabkan karena :

  1. Ruptua atau erosi dari plak yang menimbulkan trombos yang belum menyumbat (non okulasi)
  2. Sumbatan dinamik karena vaso konstriksi arteri koronaria (spasme)
  3. Sumbatan mekanik yang progresif karena proses arterosklerotik
  4. Kebutuhan akan oksigen pada otot jantung meningkaa atau karena supply oksigen k eotot jantung berkurang.

Gejala klinik yang utama dari Unstable Angina adalah nyeri dada di daerah ulu hati yang menjalar ke leher, pundak sebelah kiri dan kanan. Selain itu dirasakan adanya sesak napas dan nyeri pada ulu hati. Penderita berkeringat dingin, pucat, denyut nadi tidak teratur kadang-kadang disertai dengan hipotensi atau darah rendah.

Pemeriksaan Serangan Infark Jantung

Pada pemeriksaan EKG didapatkan depresi segmen ST, peningkatan segmen ST sementara dengan atau tanpa inverse gelombang T pada 30-50% pasien. Kemudian diagnosis laboratorium ditegakkan dengan mendeteksi peningakatan penanda kerusakan otot jantung yaitu CK-MB dan Troponin T atau I. Pemeriksaan Troponin merupakan biomarker yang lebih spesifik dibandingkan dengan Ck-MB. Tingginya kadar troponin mempunyai kaitan dengan kematian.

Infark jantung yang terjadi pada penyakit serangan jantung bisa diakibatkan karena beberapa hal dibawah ini :

  1. Akibat suplai oksigen ke arah miocard yang mengalami penurunan yang disebabkan karena beberapa faktor misalnya adalah faktor pembuluh darah, faktor sirkulasi, dan faktor darah.
  2. Curah jantung yang mengalami peningkatan akibat dari aktivitas yang dilakukan dengan berlebihan, emosi, makan dengan terlalu banyak, dan hhypertiroidisme.
  3. Kebutuhan pada oksigen miokard yang mengalami peningkatan pada kerusakan miocard, hypertropimiocard, dan hypertensi diastolic.

Selain itu bisa diakibatkan karena faktor predisposisi, akibat faktor biologis, dan akibat faktor resiko yang bisa diubah misalnya adalah mayor dan juga minor.

Gejala Infark Jantung

Gejala dari infark jantung yang terjadi pada serangan jantung adalah :

  1. Nyeri yang terjasa di dada dan terjadi dengan tiba-tiba. Selain itu juga biasanya akan berlangsung secara terus menerus dan letaknya ada dibawah bagian sternum dan juga dibagian perut atas.
  2. Selain itu juga rasa nyeri yang sangat tajam dan berat yang bisa menyebar menuju ke arah bahu dan biasanya akan menyebar ke lengan kiri.
  3. Nyeri yang terasa pada serangan jantung disertai dengan s atau nafas pendek, pucat, dan mengalami keringat dingin, sakit kepala, serta kepala ringan dan juga merasakan mual serta muntah.
  4. Keluhan infark jantung yang terjadi dengan khas misalnya adalah seperti nyeri diremas atau sedang tertekan.
  5. Sering mengalami ketakutan.
  6. Bisa ditemui di bunyi jantung ke 2 yang pecah paradoksal, irama gallop.
  7. Takikardi dari kulit yang pucat, menjadi dingin dan mengalami hipertensi yang biasanya ditemukan pada kasus yang lebih tinggi.

Umumnya yang terjadi pada penyakit infark jantung akut biasanya didasari karena adanya aterosklerosis pada pembuluh darah koroner. Selain itu juga nekrosis pada miokard akut hampir selalu terjadi karena suatu penyumbatan yang total dari arteria koronaria oleh suatu thrombus yang bentuknya berupa plaque aterosklerosis yang tidak stabil dan juga sering mengalami ruptur. Kerusakan yang terjadi pada miokard dan juga dari endokardium sampai epikardium yang bisa menjadi lebih komplit dan bisa infersibel dalam waktu selama 3-4 jam. Walaupun nekrosis dari miokard yang sudah lengkap, dan setelah itu proses dari remodelling miokard yang biasanya mengalami suatu injuri dengan terus berlanjut selama beberapa minggu karena baiknya infak yang terjadi dengan meluas dan juga didaerah non iinfark yang mengalami dilatasi.

Jika sudah terjadi suatu infark jantung akut, daerah pada miokard yang setempat biasanya akan menunjukkan penonjolan pada sistelik dengan menggunakan akibat dari penurunan dari isi sekuncup atau strok volume dan juga suatu peningkatan mekanisme dari akhir sistilik dan juga akhir diastolik ventrikel dari arah kiri. Selain itu, tekanan yang akhir pada diastolik pada daerah ventrikel kiri dengan  akibat dari tekanan atrium kiri yang mengalami peningkatan.

Infark Jantung


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Jantung Untuk Mengembalikan Kesehatan Jantung, Membantu Mengobati Penyakit Jantung, Bantu Atasi Lemah Jantung, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Serangan Jantung and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>