Serangan Jantung Pada Lansia

Serangan jantung pada lansia mempunyai penyebab yang multifaktorial yang saling tumpang tindih.  Untuk itu kita harus terlebih dahulu memahami mengenai konsep Faktor Resiko dan Penyakit Degeneratif.  Faktor resiko adalah suatu kebiasaan, kelainan dan faktor lain yang bila ditemukan/dimiliki seseorang akan menyebabkan orang tersebut secara bermakna lebih berpeluang menderita penyakit degeneratif tertentu.

Serangan Jantung Pada Lansia

Serangan Jantung Pada Lansia

Serangan Jantung

Penyakit degeneratif adalah suatu penyakit yang mempunyai penyebab dan selalu berhubungan dengan satu faktor resiko atau lebih, di mana faktor-faktor resiko tersebut bekerja sama menimbulkan penyakit degeneratif itu.  Penyakit degeneratif itu sendiri dapat menjadi faktor resiko untuk penyakit degeneratif lain. Misalnya: penyakit jantung dan hipertensi merupakan faktor resiko penyakit stroke. Inilah yang menyebabkan pembahasan mengenai penyakit jantung pada lansia dapat berkembang sangat luas, yaitu karena adanya keterkaitan yang sangat erat antara penyakit yang satu dengan penyakit yang lain.

Berdasarkan data yang didapat dari penelitian di USA pada tahun 2001, penyakit jantung yang sering ditemukan adalah Penyakit Jantung Koroner 13%,  Infark Miokard Akut  8%, Kelainan Katup 4%, Gagal jantung 2%, Penyakit Jantung Hipertensif dan Hipertensi 1%.

Usia lanjut merupakan prediktor kuat terjadinya penyakit arteri koroner pada individu. (Odden, 2011) Studi otopsi menunjukkan bahwa prevalensi penyakit koroner obstruktif meningkat kurang lebih 10-20% pada dekade empat hingga 50-70% pada dekade delapan. (Lakatta, 2008) Angka kematian akibat penyakit jantung koroner (PJK) diperkirakan meningkat 50% selama 30 tahun ke depan.

Terdapat banyak anggapan yang kurang tepat mengenai serangan jantung. Salah satunya adalah anggapan bahwa serangan jantung terjadi bila plak kolesterol tumbuh sedemikian besar, sehingga menyumbat 100% pembuluh arteri. Memang betul kadang-kadang plak dapat tumbuh secara total dan menjadi penyebab serangan jantung. Endapan atherosclerotic mengandung kolesterol dan lemak yang berada di dalam tumpukan (pool) yang membuatnya bersifat tidak stabil. Plak yang tidak stabil ini rentan dan sering sekali pecah sehingga membentuk luka terbuka pada dinding arteri.

Platlete dan clotting protein suatu subtansi dalam darah bergegas menuju daerah yang luka dan membentuk gumpalan darah (blood clot) yang disebut thrombus di atas luka yang terbuka. Clot ini dapat membesar secara cepat, demikian besar sehingga mengehtnikan aliran darah secara menyeluruh ke jantung dan otak. Hasilnya 96% dari serangan jantung pada lansia disebabkan oleh proses di atas. tetapi ironisnya thrombosis seringkali pada plak yang berukuran kecil.

Fase Serangan Jantung Pada Lansia

Jadi garis besar urutan kejadian yang menyebabkan serangan jantung pada lansia adalah :

  1. Adanya kadar total kolesterol dan LDL yang tinggi di dalam darah
  2. Luka permukaan terjadi pada lapisan dinding arteri yang menjurus terbentuknya plak.
  3. Formasi yang tidak stabil dari palk yang berisi kolesterol dan lemak
  4. Terbentuknya gumpalan clot di atas plak yang pecah
  5. Clot menutup aliran darah ke jantung atau otak yang menyebabkan serangan jantung pada lansia atau stroke.

Serangan jantung koroner terjadi pada orang dengan risiko terkena penyakit yang bisa mematikan itu. Faktor risiko dibawa oleh mereka yang lemah darAhnya tinggi, mengidap diabetes tekanan darah tinggi, perokok kegemukan dan stres menahun. Risiko perempuan terkena jantung koroner sama besarnya dengan laki-laki pada usia menopause. Jadi, rutin mendeteksi besarnya risiko terkena jantung koroner harus terus dikerjakan. Sementara sedikit menanggung faktor risikonya, semakin kecil kejadian serangan jantungnya.

Demikian pula halnya dengan kejadian stroke. Sama halnya dengan penyakit jantung koroner, stroke terjadi karena aliran darah yang memberi makan sel otak mendadak terhenti. Pada serangan jantung pada lansia koroner, sel jantung juga mengalami hal yang sama, sebab pembuluh korone pemberi makan jantung tersumbat oleh karat lemak. Serangan stroke maupun serangan jantung koroner hitungannya dalam menit. Semakin lama sel otak atau sel jantung menjerit kekurangan oksigen karena pasokan darahnya berkurang atau tiada sama sekali, semakin luas dan berat kerusakan otak atau otot jantungnya.

Jika waktu emas (golden hour) terlampaui, maka kerusakan sel otak atau jantung akibat kekurangan pasokan makan itu tak terpulihkan lagi. Atau malah fatal akibatnya. Maka, semakin lekas kasus stroke dan serangan jantung.

Mengeras dan meyempitnya pembuluh darah oleh pengendapan kolesterol, kalsium dan endapan lemak berwarna kuning dikenal sebagai aterosklerosis. Bila terdapat kekurangan aliran darah ke otot jantung karena penyempitan, maka kondisi ini dikenal sebagai iskemik.

Proses ini mulai sewaktu usia muda dan berkembang pada tingkat individual yang berbeda-beda sesuai dengan hadirnya ‘faktor-faktor risiko”.

Di samping itu, dinding pembuluh arteri koroner oleh sesuatu sebab dapat berkerut (spasm) dengan akibat menyempitnya saluran pembuluh secara tiba-tiba, sehingga penderita merasakan nyeri dada, bahkan sampai terjadi serangan jantung mendadak.

Penyebab Serangan Penyakit Jantung

Kolesterol lemak yang terjadi dengan berlebihan juga bisa bersarang di dalam tubuh yang sampai saat ini dipercaya masih ada hubungannya dengan faktor penyebab serangan jantung usia tua dan merupakan salah satu penyebab kematian yang paling tinggi di dunia. Hal ini terjadi pada mereka yang tidak mengonsumsi jenis makanan yang sehat. Oleh sebab itulah sebelum penyakit jantung sudah benar-benar menghinggap di dalam tubuh Anda maka lakukanlah pola hidup yang baik dan atasi masalah  ini dengan mengonsumsi jenis makanan yang sehat dengan jantung untuk menurunkan resiko serangan jantung.

Serangan Jantung Pada Lansia


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Jantung Untuk Mengembalikan Kesehatan Jantung, Membantu Mengobati Penyakit Jantung, Bantu Atasi Lemah Jantung, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Serangan Jantung and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>